Sujud Sahwi

❓ *PERTANYAAN:*

Wajibkah sujud sahwi bila kita salah bacaan pada gerakan seperti al-Fatihah kebaca di saat tahiyat? Wajibkah sujud sahwi ketika lupa rakaat shalat, namun setelah beberapa detik baru ingat lagi, umpamanya seharusnya rakaat kedua, seharusnya kan duduk, namun kita langsung berdiri, setelah beberapa detik ingat klu itu rakaat kedua, dan apakah sebaiknya kita langsung duduk pada saat ingat, atau meneruskan yang berdiri tadi?

💡 *JAWABAN:*

*AL-FATIHAH DI SAAT TAHIYYAT ❓*

Aneh memang, tapi mungkin terjadi pada setiap orang. Boleh jadi karena faktor *banyak pikiran*, atau karena *gangguan setan*, berdasarkan hadits:

« *إِذَا نُودِيَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ الأَذَانَ فَإِذَا قُضِيَ الأَذَانُ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا وَكَذَا مَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ إِنْ يَدْرِي كَمْ صَلَّى فَإِذَا لَمْ يَدْرِ أَحَدُكُمْ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا، أَوْ أَرْبَعًا فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهْوَ جَالِسٌ* »

_《 *Apabila azan dikumandangkan, maka setan akan lari (dari masjid) sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar azan. Setelah azan selesai, ia pun kembali (ke masjid). Lalu apabila iqamah dikumandangkan ia pun lari. Setelah selesai, ia pun kembali, agar membersitkan dalam hati seseorang seraya berkata "Ingatlah ini dan itu" hal-hal yang sebelumnya tidak diingatnya. Sehingga yang shalat tidak tahu lagi berapa yang sudah ia shalatkan. Jika salah seorang kalian tidak tahu berapa yang sudah, 3 atau 4, maka sujudlah 2 kali sujud (sahwi) ketika ia duduk.*》_[HR. Bukhari (1231)].

*SHALAT BATAL ❓*

Tidak, shalat tetap sah.

Imam *Ibnu Qudamah* –Rahimahullahu- berkata:

« الْقِسْمُ الثَّانِي : *مَا لَا يُبْطِلُ عَمْدُهُ الصَّلَاةَ* ، وَهُوَ نَوْعَانِ : أَحَدُهُمَا ، *أَنْ يَأْتِيَ بِذِكْرٍ مَشْرُوعٍ فِي الصَّلَاةِ فِي غَيْرِ مَحِلِّه*ِ ، كَالْقِرَاءَةِ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ ، وَالتَّشَهُّدِ فِي الْقِيَامِ... » [المغني 3/158]

_《Bagian ke dua: *(kesalahan) sengaja, tapi tidak membatalkan shalat.* Ini terbagi 2: Pertama: *Membaca zikir yang disyariatkan dalam shalat, tapi dilakukan tidak ditempatnya,* seperti baca quran ketika rukuk dan sujud, baca tasyahud ketika berdiri…》_

*PERLU SUJUD SAHWI ❓*

🌹Ada ulama yang *mengharuskan*, seperti *Imam Baghawi* –Rahimahullahu- (ulama syafi'i, w 516 H):

« ...لو تشهد في القيام أو قرأ الفاتحة في التشهد ساهياً، فيلزمه سجود السهو » [التهذيب في فقه الإمام الشافعي 2/190]

_《Jika ia membaca doa tasyahud ketika berdiri, atau membaca Al-Fatihah ketika tasyahud karena lupa, atasnya sujud sahwi 》_

🌹Ada juga yang *menganjurkan* seperti mazhab hanbali, sebagaimana yang tersebut dalam salah satu referensinya:

« وإذا أتى بقول مشروع في غير محله، كأن قرأ الفاتحة في محل التشهد، أو التشهد في محل الفاتحة مثلا سهوًا *سُن*َّ في حقه سجود السهو » [أخصر المختصرات ص 211]

_《Jika ia melakukan zikir yang disyariatkan, tapi bukan tempatnya, seperti membaca Al-Fatihah ketika di tempat Tasyahud, atau Tasyahud di tempat Al-Fatihah karena lupa, *disunatkan* baginya sujud sahwi.》_

Ini juga yang dipilih oleh  Syekh *Bin Baz* –Rahimahullah-

Lihat lebih lanjut di sini:

http://www.binbaz.org.sa/noor/6320

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=28850

https://islamqa.info/ar/170072

                        ☆☆☆      

*LUPA RAKAAT SHALAT*

Jika yang dimaksud lupa, sudah berapa yang selesai, maka di sini ada 2 versi:

1⃣ *BENAR-BENAR RAGU*

Ragu 3 atau 4, dan tidak ada yang lebih kuat, maka ambillah yang terkecil, yaitu 3.

*Konsekwensinya:*

Tambah 1 rakaat lagi, lalu sujud sahwi *sebelum salam*, berdasarkan hadits:

« *إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ*»

_《 *Jika salah seorang kalian ragu dalam shalatnya dan tidak tahu berapa ia shalat, tiga atau empat, maka buanglah keraguan tersebut dan ambillah yang diyakini, kemudian sujudlah , maka ambillah yang dirasa benar, dan sempurnakan shalat atasnya, kemudian salamlah dan sujudlah 2 kali sujud sebelum salam. Jika ia shalat 5 rakaat, itu menggenapkan shalatnya. Jika ia shalat 4 rakaat sempurna, 2 sujud tadi sebagai penghinaan bagi setan*》_[HR. Muslim (571)].

Maksud _*"ambillah yang diyakini"*_ adalah mengambil bilangan terkecil, karena itu yang diyakini sudah dilakukan. Yang diragukan adalah rakaat setelahnya.

2⃣ *LUPA, RAGU, TAPI ADA YANG LEBIH KUAT*

Ragu 3 atau 4, tapi 4 lebih kuat, maka ambillah yang lebih kuat, yaitu 4.

*Konsekwensinya:*

Lanjutkan shalat, kemudian salam, lalu sujud sahwi setelah salam, berdasarkan hadits:

« *وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَتَحَرَّى الصَّوَابَ فَلْيُتِمَّ عَلَيْهِ ثُمَّ يُسَلِّمْ ثُمَّ يَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ.*»

_《 *Karena padanya (sikap) menyakiti, cuek, khianat, dan merusak (rencana) peminang pertama, serta menyebabkan permusuhan antara manusia.*》_[HR. Bukhari (401)].

                          ☆☆☆      

*LUPA TASAYHUD AWAL*

Terlupa tasyahud awal tidak membatalkan shalat, karena bukan rukun shalat. Kebanyakan ulama menilainya sunat.

🌹Imam *Nawawi* –Rahimahullahu- berkata:

« مَذْهَبُنَا أَنَّهُمَا *سُنَّةٌ وَبِهِ قَالَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ* مِنْهُمْ مَالِكٌ وَالثَّوْرِيُّ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ قَالَ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ وَغَيْرُهُ: وَهُوَ قَوْلُ عَامَّةِ الْعُلَمَاءِ وَقَالَ اللَّيْثُ وَأَحْمَدُ وَأَبُو ثَوْرٍ وإسحاق وَدَاوُد هُوَ وَاجِبٌ » [المجموع 3/450]

_《Mazhab kami hukum keduanya (duduk dan doa tasyahud awal) *hukumya sunat, dan ini pendapat kebanyakan ulama,* seperti Malik, Tsauri, Auza'i, dan Abu Hanifah. Syekh Abu Hamid (Ghazali) dan selainnya berkata: "Dan ini pendapat mayoritas ulama." Berkata Laits, Ahmad, Abu Tsaur, Ishaq dan Daud: Ia wajib.》_

Ternyata, hal ini pernah terjadi dengan *Nabi* –Shallallahu 'alaihi wa sallam-, seperti yang diceritakan oleh *Abdullah bin Buhainah* –Radhiyallahu 'anhu- :

« *أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي صَلاَةِ الظُّهْرِ ، وَعَلَيْهِ جُلُوسٌ. فَلَمَّا أَتَمَّ صَلاَتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ وَسَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنَ الْجُلُوس*ِ »

_《 *Bahwa Rasulullah –Shallallahu 'alaihi wa sallam- berdiri pada shalat Zhuhur, padahal seharusnya beliau duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya (4 rakaat), beliau sujud (sahwi) 2 kali sujud ketika beliau duduk menjelang salam. Dan makmum pun sujud bersamanya pengganti duduk (tasyahud awal)*》_[HR. Bukhari (1230) Muslim (570)].

*KALAU SUDAH BERDIRI ❓*

Selagi belum sempurna berdiri, maka ia tetap kembali duduk, berdasarkan hadits:

« *إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ، فَلَمْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا، فَلْيَجْلِسْ، وَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلَا يَجْلِسْ، وَيَسْجُدُ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ* »

_《 *Jika salah seorang kalian telah berdiri, tapi belum sempurna berdirinya, maka kembalilah duduk, tapi jika telah sempurna berdiri maka janganlah duduk, dan sujudlah 2 kali sujud.*》_[HR. Ahmad (18223), Shahih].

*BELUM SEMPURNA, APA SUJUD SAHWI ❓*

Jika ia sudah mulai bergerak untuk berdiri tapi belum sempurna tegaknya, lalu sadar dan kembali, maka ia tetap sujud sahwi.

Imam *Syafi'i* –Rahimahullahu- berkata:

« وَإِنْ ذَكَرَ بعد ما نَهَضَ عَادَ فَجَلَسَ ما بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَنْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا وَعَلَيْهِ سُجُودُ السَّهْوِ »  [الأم 1/120]

_《Jika ia ingat (untuk kembali duduk) setelah bangkit, maka ia kembali, lalu duduk lagi dari posisi akan berdiri. Dan atasnya sujud sahwi》_

Akan tetapi *hukumnya tidak wajib*. Kalaupun tidak dilakukan tidak masalah, berdasarkan pernyataan Imam *Zuhri* (w 125 H) –Rahimahullahu-:

« عَنِ الزُّهْرِيِّ، فِي الرَّجُلِ يَسْهُو فِي الصَّلَاةِ إِنِ اسْتَوَى قَائِمًا، فَعَلَيْهِ السَّجْدَتَانِ، *وَإِنْ ذَكَرَ قَبْلَ أَنْ يَعْتَدِلَ قَائِمًا فَلَا سَهْوَ عَلَيْهِ* »

_《Dari Zuhri, tentang seseorang yang lupa (tasyahud awal) dalam shalatnya, jika sudah sempurna berdiri, maka mesti sujud. *Jika ia iangat sebelum sempurna berdiri maka tidak ada sujud sahwi atasnya*》_[Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (4491), sanadnya shahih ke Zuhri].                    

                           ☆☆☆      

🌺 *KESIMPULAN:*

✅ Tersalah menempatkan bacaan dalam shalat, tidak membatalkan shalat.

✅ Lakukan sujud sahwi karena salah menempatkan bacaan, apalagi ada ulama yang mengharuskan.

✅ Ragu terbagi 2:

     👉🏻 Tidak ada yang lebih kuat, maka caranya ambil rakaat terkecil, dan sempurnakan shalat, lalu sujud sahwi sebelum salam.

    👉🏻 Ada yang lebih kuat, maka caranya ambil yang terkuat, dan sempurnakan shalat, lalu sujud sahwi setelah salam.

✅ Tasyahud awal hukumnya sunat kebanyakan ulama.

✅ Jika terlupa tasyahud awal, lalu telah sempurna berdiri, maka lanjutkan shalat tanpa harus kembali duduk, lalu sujud sahwi sebelum salam.

✅ Bagi yang belum sempurna dan kembali, dianjurkan sujud sahwi tapi tidak wajib.

                          ☆☆☆        

Silahkan baca di sini:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=20411

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=59826

Download bukunya di sini:

http://www.riyadhalelm.com/book/30/93_ahkam_sjod.pdf

http://www.saaid.net/book/188.pdf

                         ☆☆☆      

Wallahu A'lam.

(AM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Al-azhar

ketika keinginan tak jadi nyata